Artikel religi # Adab/Etika

ADAB

Diriwayatkan dalam hadis Nabi saw,”tuhanku telah mengajariku adab dan Dia memperbagus adab. ” Adab itu sendiri berarti mendidik. Adab yang bersifat lahir dan batin. Apabila lahir dan batin hamba menjadi bersih, maka mereka menjadi orang yang sufi yang beradab. Siapa pun yang menempuh adab sunnah, Allah memberikan cahaya hatinya dengan cahaya ma’rifat. Sungguh tidak ada maqam yang lebih mulia dibandingan mengikuti sunnah rasul saw, baik dalam segala perintah, pekerjaan, akhlak dan beradab sesuai dengan perilaku peradabannya, baik secara qauly (ucapan), fi’Iy (tindakan),akidah dan niatnya.
Proses penyadaran diri seorang hambah disisi Allah terjadi dalam tiga hal(1)Isti’anah, (2)Al- Jhdu dan (3)Al-Adab.
Dari dimensi hambah, sebuah proses penyadaran disebut isti’anah, dan dari Allah muncul I’anah melalui tobat. Al-Jahdu dari hambah, dan At-taufiq dari Allah. Al-Adab dari hamba, dan Al- Karamah dari Allah.
Siapaun yang berperilaku dengan adab orang-orang saleh, ia akan menjadi saleh, ia akan menjadi saleh karena hamparan karamanya. Dan, barang siapa yang beradab dengan adab para wali (auliya’) akan mendapatkan kebajikan, karena hamparan taqarrubnya. Begitu pula berperadaban seperti orang –orang shiddiqin, akan mendapatkan kebajikan karena bias musyahadahnya. Sedangkan yang menampak jalan para Nabi akan mendapatkan kebajikan dan kelembutan.
Siapa pun yang menghalangi adab, maka akan terhalang semua kebajikan . siapa saja yang tidak ridha terhadap perintah-perintah dan didikan para masyayikh (pembimbing ruhani/ spiritual) berarti tidak beradab dengan kitab dan sunnah. Siapa pun yang tidak menapaki adab ahlu-bidayah (pembuka jalan benar), maka bagaiman ia akan menapaki jalan Ahlun Nihayah (tujuan akhir kebenaran).
Siapa pun yang tidak mengenal Allah, tidak akan diterimah disisi-Nya. Dan siapa yang tidak beradab dengan perintah dan larangan-Nya, maka ia akan jatuh dari uzlah.adab berhikmat kepada Allah berarti fana, dari segala pengelihatan terhadab khidmat itu sendiri , dengan cara menekuni terus menerus, namun tetap memandang kemana arah khidmat

Artikel yatim cahaya insani surabaya

Bookmark and Share

Recent Entries

Leave a Reply