ARTIKEL YATIM CI

ANAK-ANAK YATIM YANG MENGUBAH JALAN SEJARAH

Al-IMAM AL-GHOZALI ( 450 H – 505 H )

“ Segala sesuatu dimulai dari kecil kemudian menjadi besar, kecuali musibah. Sesungguhnya ia (musibah) dimulai dari besar, kemudian seakan mengecil. ”

RIWAYAT HIDUP :

Dia bergelar hujjatl islam,bernama Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Abu Hamid al-Ghazali.Dia dilahirkan di kota Thus,pada tahun 450 H/1058 M.Dia telah kehilangan ayah saat masih kanak-kanak,sehingga dia di asuh oleh seorang sufi selama beberapa waktu.pengaasuh tersebut lantas memasukan al-Ghazali ke madrasa yang didirikan untuk kepentingan sosial.Dia pun hidup dan belajar di sana.

Beberapa waktu kemudian,dia pergi ke Nassabur dan belajar tasawuf kepada al-farahmadi. Dia belajr ilmu fiqih dan kalam kepada imam al-haramain. Selanjutnya ia datang ke majelis Nizham al-mulk, menteri sultan as- salajuqa tahun 478 H (1085 M). dia tinggal disana selama enam tahun. Sesudah itu, sang menteri menuaskannya sebagai ustadz di Universitas Nizhamiyah , Baghdad. Beliau mengajar di Baghdad selama enam tahun (484-488 H).

Selama proses menggajar , dia merasakan keraguan tentang suatu hal. Untuk menjawab keraguannya , ia menulis dua buku yaitu: maqhashid al-falashifah dan tahafud al falasshifah.dibuku maqhashid al-falasifah. Belia memaparkan filsafat al-farabiy dan ibnu sina. Pada tahafud al-falasyifah, beliau mengkritik filsafat tersebut.

Beliau meninggalkan bagdat dan menerrapkan polah hdup suhud selama sepuluh tahun. Sesudah itu belia kembali mengajar dinaisabur. Sesudah tahun 500 H/1106 M, beliau meninggalkan kegiatan menggajar dan terus dalam uzlah (pengasingan /menyendiri) hingga beliau meninggal.

Abu hamid al-ghazali termasuk pemikir besar dari kalangan muslimin secara umum dan termasuk pemikir besar pada bidang ilmu moral atau akhlaq secara khusus. Beliau menjelaskan metode-metode ilmia untuk mendidik anak dan memperbaiki akhlaq yang tercelah, serta melepaskan manusia dari akhlaq tersebu . karena hal tersebut, bliau menjadi sorang pemikir, pendidik, reformis,(mushlih) ,secaligus seorang sosioloq.

Al-Ghazali berpendapat bahwa ahlak di kembalikan kepada jiwa,bukan kepada jasad.ahlak menurut beliau adalah satu bentuk tegas di dalam jiwa, yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan-tindakan moral dengan mudah dan ringan,tanpa membutuhkan pemikiran yang panjang.

Mengenai ilmu loqika (manthiq)dan filsafat murni, beliau adalah salah satu di antara tokoh-tokohnya.hanya saja beliau menggunakan menthiq untuk menguatkan agama. Beliau menyerang ilmu bersafat karena menyesatkan orang yang memiliki persiapan akal yang kurang.

Karya-Karya
Buku-bukunya yang paling penting adalah : Maqashid al-falasifa (487 H) Tahafut al-falasifa (488 H),Al-mustazh-hiri,Al-istihhad fi al-tiqad(488 H)ihya ulum ad-din (488 H)-yang dikomentari,’ barang siapa belum membaca ihya ulum ad-din,maka dia bukan ahya( mahluk hidup) “-ayyuhalwaladd yang di sebut alwaladdiyah(501 H),Al-munqids min adh-Dhalal (502 H),Al-Mustashfa fi ilmi ushul al-fiqh (503 H)dan Iljam al-awwam’an’ilmi al-kalam (antara tahun 504-505 H).inilah kitab-kitab yang beliau yang paling terkenal. hanya saja beliau mengarang kitab-kitab,contohya:
 Al-Wasith fi al-Mazhab
 Al-Wajiz fi fiqh al-imam as-syafi’i
 Fadha’ihal-Bhathiniyah
 Al-Qisthas al-Mustaqim
 At-tibr al-Masbuk fi Nasha’ih al-muluk
 Kimiyah as-sa’adah

Al-ghazali mengenal filisafat sebagai sesuatu yang menghasilkan jenis-jenis kebaikan yang berbedah-bedah antara lain:
 Kebaikan khusus pada fisik , misalnya : kesehatan, kekuatan ,keindahan tubuh, dan umur yang panjang.
 Kebaikan khusus pada jiwa,yaitu keutamaan –keutamaan jiwa ,”hikmah,ilmu,keberanian ,dan iffah.”
 Kebaikan eksternal, yaitu saranah –saranah dan segala hal yang membantu manusia dalam kehidupannya, misalnya, harta, tempat tinggal, alat-alat transportasi,keluarga dan teman-teman.
 Kebaikan taufiq ilahi , misalnya : petunjuk, hidayah, ketepatan , dan dukungannya.
Al-imam al –ghazali ra imaullah

Bookmark and Share

Recent Entries

Leave a Reply