yatim sukses Imam Abu Hanifah
IMAM ABU HANIFAH BIN ZAUTHA ( YATIM )
GEMAR BACA AL- QUR’AN,KHATAM 7000 KALI
Pada tahun 80 Hijriyah di kota Kufah lahirlah seorang Imam yang akrap di panggil Abu Hanifah. Nama lengkap beliau adalah Abu Hanifah al-Nu’man bin Zautha.Abu Hanifah di kenal sebagai putra Thabit keturunan persi penduduk asli kufah.
Menurut sejarahnya, sejak kecil hingga dewasa beliau dibesarkan tinggal Kufah. Sehari-harinya Abu Hanifah sedikit bennain melainkan waktu belajar menimbah ilmu agama. Berinjak dewasa karena belajar di lingkunganya kurang cukup akhirnya beliau memutuskan untuk mengembara ke Hijaz, Makkah, dan Madinah.Di sana ilmu yang di pelajari salah satunya ilmu hukum sumber hukum salah satunya dari umar Bin Khotob dan Alt bin abi tholib yang pada waktu itu melalui para sahabat yang pernah hidup dekat bersama Umar dan Ali seperti: Ibrohim Al Nhakai Abdulloh bin Masud,dan Abdulloh bin abbas.
Selama mengembara beliau juga bertemu beberapa sahabat Rosulluloh yaitu Sahal bin Sa’ad,Anas bin Malik dan Abdulloh bin Auqa. Dari pertemuan itu Abu Hanifah memanfaatkan untuk berdiskusi dan belajar tentang wawasan keislaman. Masyarakat pada masanya juga menjuluki Abu Hanifah sebagai seorang Mujtahid, dan di kenal sebagai pemuda yang pandai berdagang. Dan prinsip beliau adalah menjadikan hidup diatas kemampuan sendiri tanpa harus memberatkan orang lain. Oleh karena itu dalam bekerja untuk mencukupi keluarga dengan usaha kerja keras, hidup sederhana menjadi motto. Di sela kesibukanya berdagang beliau tak lupa dengan fakir miskin dengan orang-orang yang memerlukan bantuannya.
Abu Hanifah juga di kenal sebagai seseorang yang taat dan dekat dengan Allah SWT. Bahkan dalam hidup selama 40 tahun melakukan istiqomah menjaga wudlunya dari waktu isya’ sampai datang waktu subuh. Satu lagi yang perlu kita teladani adalah beliau gemar membaca Al-Qur’an, sampai menghatamkan Al-Qur’an sebanyak 7000 kali subhanalloh.
Pada tahun 150 Hijriyah beliau meninggal dunia. Walaupun beliau wafat ada beberapa amal beliau yang masih hidup bahkan abadi selama di baca, di pelajari dan di manfaatkan oleh orang banyak. Di antara beberapa peninggalan beliau adalah kitab ar-Risalah, kitab Alim walmutaalim dan tidak hanya itu beliau juga punya santri (murid) di antaranya: Zafr bin Al Hazim bin Qois, Muhammad bin Hasan al Hasan bin Zizad dan Abu Yusuf bin Ibrahim dan semoga jasad beliau mendapat balasan dari Allah SWT.
Recent Entries
- qurban di yatim panti asuhan cahaya insani surabaya
- yatim surabaya dimanja oleh arisan bery pengajian bery di Grand City
- fakultas Ekonomi Unair buka puasa bareng yatim surabaya
- permohonan yatim surabaya di bulan ramadhan 1432 H
- yatim surabaya dikunjungi dinas perhubungan
- panti asuhan yatim surabaya butuh dana buat pengecoran lantai dua
- yatim surabaya mendo’akan yang akan masuk UMPTN
- yatim CI surabaya kondangan mendo’akan donatur sakit
- yatim panti asuhan surabaya diundang ultah di Mac Donald Surabaya
- yamaha surabaya TERDEPAN ngasih santunan yatim surabaya












