Pengaruh aktifitas karir terhadap pendidikan Agama Anak

PENGARUH AKTIVITAS KARIR TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ANAK

Aktivitas wanita karir terhadap pendidikan agama anaknya dalam keluarga muslim, adalah memberikan pendidikan agama kepada anak-anak. Karena pendidikan dirumah adalah pendidikan yang paling dominan dan terutama pendidikan agama sejak anak masih kecil. Yang termasuk sebagai dasar pendidikan agama adalah aqidah, ibadah dan akhlak (etika sopan santun).

Aqidah adalah menanamkan kepercayaan kepada Allah, kepada Rasul, kepada Malaikat, percaya kepada hari akhir dan percaya kepada Qodlo’ dan Qodar, yang dalam ajaran islam disebut rukun Iman. Menanamkan aqidah kepada anak berarti memberikan ajaran yang bersifat I’tikad batin, mengajarkan ke-Esaan Allah Esa sebagai Tuhan Pencipta, yang mengatur dan meniadakan alam mini.

Kemudian memberi pelajaran tentang ibadah yaitu mengenai sholat, karena sholat mempunyai hikmah yang sangat mendalam dan merupakan disiplin pribadi sehingga seorang tercegah dari perbuatan keji dan munkar. Puasa yang mengandung hikmah antara lain membersihkan diri dari sifat kikir, mendidik bersifat pemurah. Dan untuk menghindari hal-hal yang menimbulkan kejahatan dan kerusakan. Ajaran tersebut dinamakan ajaran ibadah/syari’ah.

Hubungan amal lahir dalam rangka mentaati semua peraturan hukum Tuhan, guna mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan dan mengatur pergaulan hidup dengan kehidupan manusia.

Selanjutnya seorang ibu dalam keluarga harus memberi tauladan yang baik, mendidik anak agar mau berbakti pada orang tua dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjahui segala larangan-Nya, yaitu dengan berbuat kebajikan. Berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya maupun untuk masyarakat pelajaran ini dinamakan pelajaran akhlak.

Pendidikan agama tersebut diatas hendaklah dilaksanakan sewaktu-waktu oleh ibu (sebagai wanita karir). Misalnya pada waktu makan bersama, setelah sholat bersama,  pada waktu anak akan tidur, pada waktu anak akan berangkat sekolah, pada waktu santai dan sebagainya.

Bila ibu sibuk tidak bisa mendidik anak sendiri, tidak bisa memberi perhatian kasih sayang dan lain-lainya, maka perkembangan anak nantinya akan merasa haus akan perhatian dan kasih sayang dari orang lain. Hal demikianlah yang bisa menyebabkan si anak tidak sungguh-sungguh dalam belajar, prestasi anak menurun, terjadi pergaulan bebas, kenakalan remaja, mabuk-mabukan, kebut-kebutan di jalan bisa jadi sampai masuk kelokaisasi. Jadi aktivitas wanita karir terhadap pendidikan agama anak-anaknya dalam keluarga muslim mempunyai pengaruh positif dan negatif kepada anak.

Pengaruh aktivitas wanita karir terhadap pendidikan agama anak-anaknya dalam keluarga muslim tidak mustahil  bila menyebabkab anak menjadi terlantar, dengan segala akibat yang tidak dikehendaki. Misalnya pada anak yang berusia 0-6 tahun masih belum banyak tuntunan tetapi pada anak yang berusia 7 tahun ke atas, anak mulai tumbuh dan berkembang intelektualnya (mulai bisa berfikir)  emosionalnya, moral atau keagamaannya, sosialnya.

Seorang anak yang berusia 7 tahun telah mengatakan bahwa ibu temannya tinggal di rumah terus sehingga temannya dapat makan kue yang dibuat ibunya setiap hari, sedangkan dirinya tidak mungkin sebab ibunya bekerja dari pagi sampai sore.

Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anak usia 7 tahun keatas, anak mulai punya kemampuan membandingkan antara orang satunya dengan orang lain, antara orang tua dengan orang tua temannya, dan ucapan anak tersebut menunjukan adanya suatu kekurangan yang dirasakan anak, karena ibunya bekerja. Keluhan ringan atau yang lebih berat lagi itu merupakan pencerminan betapa seseorang anak sangat  mendambakan kehadiran dan perhatian orang tua.

Orang tua yang bekerja mulai pagi sampai siang bahkan sampai sore atau malam hingga merasakan waktu yang tersisa sangat sedikit dan terbatas. Hal ini akan menimbulkan perasaan berdosa pada diri ibu. Perasaan semacam ini sebenarnya baik, dalam arti orang tua menyadari akan pentingnya peranan ibu kala mendidik anak.

Perasaan tidak cukup memberi kasih sayang, tidak memberi perhatian, menelantarkan anak, kesemuanya itu mendorong orang tua, lebih-lebih dari pada ibu punya perasaan berdosa dan ingin menebus dosa, sebenarnya hal yang baik tetapi yang perlu diperhatikan orang tua dalam hal ini menebus dosa atau merekomendasikan kekurangan-kekurangan ini, jangan menjadi serba berlebihan.

Orang tua yang bersikap membiarkan kepada anaknya, memenuhi segala permintaanya atau memanjakan yang berlebihan menimbulkan sifat yang tidak baik, suka menuntut dan melupakan apa yang terjadi kewajiban-kewajibannya, aktivitas wanita karir tersebut akan mempunyai pengaruh yang positif pada anak, asal ibu adalah seorang yang tau kewajibannya, pandail mengatur waktu dan mampu menciptakan keseimbangan antara tugas di rumah dengan tugas di luar rumah.

Wanita karir ternyata turut mempengaruhi seorang anak untuk turut memilih berkarir. Terbukti misalnya, bila seorang wanita berumah tangga telah mempunyai anak perempuan, sementara ia juga berkarir, tentu itu membawa pengaruh pada orientasi anaknya tersebut.

Berpijak dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ibu menjadi wanita karir akan memberi motivasi atau dorongan kepada anak-anaknya khususnya untuk perempuan, untuk berprestasi, Lebih giat belajar dan mengikuti jejak ibunya atau ayahnya yang selalu berperan dalam reformasi. Anak mempunyai panutan untuk masa depannya nanti karena wanita karir biasanya seorang yang banyak pengalaman, mempunyai keahlian tertentu, mempunyai bakat yang tersalurkan, bisa mempratekkan kemampuan yang dimilikinya dan memberi contoh kepada anaknya untuk mandiri, bersifat dewasa, dan tidak suka menggantungkan pada orang lain. Seorang wanita karir bisa bergaul dengan masyarakat luar sehingga wawasan pengetahuan, pengalaman bisa bertambah, maka cara menngajar, mendidik agama pada anak, mengatasi permasalahan yang di hadapi anak akan lebih baik.

Dalam keluarga biasanya yang bertanggung jawab mencari nafkah adalah ayah, ibu seorang wanita karir tentu saja dapat menambah penghasilan keluarga sehingga bisa menjunjung atau melengkapi kebutuhan anak belajar di rumah maupun di sekolah.

Dengan adanya pengaruh positif dan negatif maka jalan keluarnya adalah memperkecil hal-hal yang menyebabkan pengaruh negatif dengan cara antara lain:ibu harus dapat menciptakan suasana keluarga yang harmonis, pandai-pandai mengatur waktu antara tugas di rumah dengan tugas di luar rumah, dapat menciptakan keseimbangan dalam hal perhatian dan kasih sayang kepada anak. Mencari guru privat atau di suruh mengaji di mushollah. Perlu adanya saling pengertian antara suami dan istri dalam rangka membina keutuhan keluarga.

Dengan demikian pengaruh negatif dari aktivitas wanita karir keluarga muslim terhadap pendidikan agama anak-anaknya sangat kecil sekali karena adanya teknologi modern dan perkembangan informasi yang sangat pesat.       

Bookmark and Share

Recent Entries

Leave a Reply