YATIM MENULIS

AL MU’TASHIM BILLAH “ SI SERBA DELAPAN ”

Khalifah Al Mu’tashim Billah adalah seorang  khalifah dari masa Abbasiyah yang telah membakar kota,  “Ammuriyah” juga membunuh 90.000 orang Roma demi umuk mendukung seorang wanita Muslimah yang berteriak sambil memanggil: “Waa Mu’thasimaah, dimanakah Engkau wahai Al Mu’thasim”, setelah di langgar kehormatanya oleh tentara Romawi.

Khalifah Al Mu’thasim, Abu Ishaq, Muhammad Ar Rasyid di lahirkan pada tahun 180 H. demikian menurut Adz  Zhahabi. Namun Ash Shuli menyatakan bahwa dia di lahirkan pada bulan Sya’ban tahun 178 H.

Adz Zhahabi berkata: Al Mu’thasim adalah’ salah seorang khalifah yang paling agung dan karismatik. Nafthawaih dan Ash Shuli berkata Al Mu’thasim memiliki kisah hidup yang panjang.

Pada tahun 223 H, khalifah Al Mu’thasim melakukan peperangan kenegeri Romawi. Serangan ini menimbulkan kerugian yang sangat besar di pihak tentara Romawi yang tidak pernah terjadi  sebelumnya dan belum pernah di lakukan oleh khalifah manapun. Khalifah Al-Mu’thasim telah berhasil menghancur leburkan barisan mereka dan merobohkan bangunan-bangunan mereka, serta mampu membuka” Ammuriyah” dengan pedang.pada penyerangan itu sekitar tiga ribu tentara Romawi terbunuh dan sekitar tiga ribu lagi tertawan.  Pada saat dia mempersiapkan bala tentaranya untuk menyerang Romawi, orang-orang ahli ramal mengatakan bahwa dia akan terkalahkan karena menurut mereka tahun itu adalah tahun perunggu namun yang terjadi justru sebaliknya. Kemenangan yang di hasilkan oleh Khalifah Al Multhasim menunjukan dia benar-benar piawai dalam berperang.

Tentang peristiwa yang historis itu Abu Taman mengatakan dalam satu untaian syair yang indah:  “pedagang itu lebih jujur dari pada buku-buku dalam ketajamanya sama saja antara serius dan main-main ilmu di ujung tombak akan kelihatan bersinar terang. Di antara dua tentara, dan bukannya di bintang-bintang yang tujuh di mana ramalan-ramalan itu, di mana bintang-bintang,? Yang di kemas  dalam hiasan  dan kebohongan yang menyesatkan itu kata-kata yang ketahuan arah dan maknanya bukan perkataan asing dan bukan pula perkataan orang-orang Arab”.

Ash Shuli berkata: Saya mendengar Khalifah Al Mu’thasim bin Muhammad berkata:  Tidak ada raja-raja yang berkumpul di depan pintu seseorang kecuali di depan pintu Al Mu’thasim, dan tidak ada kemenanngan yang di capai oleh seseorang pun seperti kemenangan yang di capai oleh Al Mu’thasim. Dia berhasil menawan raja Azerbaijan, raja Thibristan, raja Chechnya, raja Syayashih, raja Farghanah, raja Thakharistan, raja Kabul.

Ash Shuli berkata: Stempel Al Mu’thasim bertuliskan:

“Alhamdulillah alladzi laisa kamislihi syaiun”

Ash Shuli berkata: Abdul Wahid bin  Al Abbas Ar Rayasi berkata: Kaisar Romawi menulis surat kepada Al Muthasim. Surat itu berisi ancaman, tatkala beliau membaca surat tersebut, dia berkata kepada sekretarisnya: Tulislah Bismillahhirrahmanirrahim. Amma Ba’du. Saya telah membaca suratmu dan telah mendengar  ucapanmu. Sedangkan jawabanya adalah apa yang kamu lihat dan kamu dengar. Sedangkan orang kafir akan tahu akibat yang dilakukan.

Khalifah Al Mu’thasim juga di sebut sebagai “Si serba delapan” karena beliau adalah Khalifah ke delapan dari Banni Abbas, beliau keturunan kedelapan dari anak Al Abbas, beliau adalah anak ke delapan Harun Ar Rasyid, berkuasa pada tahun 218 H, berkuasa selama delapan tahun delapan bulan dan delapan hari. Lahir pada tahun 178 H, hidup selama 48 tahun, dan beliau di sengat kala saat berada di banteng kedelapan beliau membuka delapan wilayah, membunuh delapan musuh meninggalkan delapan anak laki-laki dan delapan anak perempuan, meninggal pada delapan hari terakhir dari bulan Robiul Awwal.

Demikianlah, Khalifah Al-Mu’thashim Billah yang terkenal itu dan memiliki julukan “Si Serba Delapan”. (Di kutip dari “Tarikhul Khulafa”,Imam As Syuthi)

Bookmark and Share

Recent Entries

Leave a Reply