Kisah Khalifah Adil by yatim
Al Walid bin Abdul Malik sang Khalifah yang Adil
fah tidak begitu lama. Al-Walid dilahirkan pada tahun 50 H. Ayahnya bernama Abdu Malik.Karena kemanjaan ayahnya kepada Al-Walid pendidikan bahasa arapnya sangat lemah. Sehingga ia bicaranya kurang fasih. Menurut riwayat, ayahnya pernah berkata:” Cinta kasih kami kepada Al-walid telah membahayakan dirinya, sehingga kami tidak mau, mengirimnya kepadang pasir.”
Padahal padang pasir adalah sekolah yang terbaik bagi orang yang ingin belajar bahasa arap dengan fasih. Ayahnya tidaklah membiarkan Al-walid dengan cacatnya bahwa yang tegas mengatakan:”Yang dapat memimpin bahasa arap hanyalah orang yang baik bahasanya. Sebab itu Al-walid lalu mengumpulkan ulama-ulama’,lalu ia belajar dengan rajinnya.
Telah disebutkan bahwa abdul Malik telah bekerja dengan sekuat tenaga untuk menegakkan kembali kesatuan Alam Islam. Untuk itu ia telah berjuang terus menarus selama dua puluh tahun sampai ia berhasil melaksanakan cita-citanya. Ketika wafat, telah mewariskan kepada puteranya, Al-Walid suatu kerajaan dan bersatu.
Abdul Malik adalah seorang pejuang, justru muncul pada masa yang sangat memerlukan perjuangan. Sedang Al-Walid adalah seseorang yang suka damai dan menginginkan perbaikan, justru ia muncul pada zaman damai. Seolah-olah Abdul Malik telah membangun suatu gedung yang besar, lalu datanglah Al-Walid, maka dihiasinya gedung itu, diperindah dan diperluas. Maka Al-Walid adalah orang terbaik untuk menerima kerajaan serta pantas untuk memelihara warisan.
Karya terbesar Al-Walid dalam perbaikan dalam Negeri antara lain adalah ia telah mengupulkan anak-anak yatim, diberinya jaminan hidup serta disediakan pendidikan untuk mereka. Bagi orang yang cacat pelayanan khusus, bagi orang-orang buta disediakan para penuntun,semua orang diberi bayaran yang teratur. Orang yang berpenyakit kusta ditempatkan dalam rumah khusus, dirawat sesuai dengat syarat kesehatan, hingga mereka tidak dapat keluar ke tempat yang ramai, mereka juga diberi jaminan hidup layak dan mereka yang mengurusi diberi gaji.
Al-Walid juga mencurahkan perhatiaanya terhadap kemakmuran rakyat. Dibangunnya jalan raya, terutama jalan menuju tanah hijaz. Digalinya sumur-sumur dasepanjamg jalan, diangkatnya pegawai yang bertugas mengurusi sumur-sumur serta menyediakan air yang melalui jalan itu. Sehingga ia terkanal dengan kegemarannya mendirikan gedung-gedung, bangunan-bangunan dan pabrik.
Peninggalan abadi Al-Walid dalam bidang pembanguan adalah Masjid Umawi di Damakus. Masjid ini dipandang sebagai salah satu dari keajaiban dunia. Bahkan sampai dewasa ini Masjid tersebut masih berbicara berbicara tentang kebesaran Al-Walid dan kesungguhannya bekerja.
Masyarakat menilai Al-Walid sangat condong kepada keadilan. Sebuah riwayat mengatakan bahwa Muhammad Ibnnu Yusuf pernah datang kepadanya membawa hadiah-hadiah dan bingkisan. Tetapi ada orang mengatakan kepada AL-Walid bahwa hadiah dan bingkisan yang dibawa Muhammad adalah barang yang dirampas dari rakyat. Mendengar keterangan itu AL-Walid lalu enggan menerimanya, walau berulang kali menjelaskan Muhammad menjelaskan bahwa barang itu milik sendiri. Akhirnya Muhammad bersumpah lima puluh kali, bahwa ia tidak pernah merampas sesuatu dari rakyat, dan tak pernah menganiyaya seorangpun, barang-barang tersebut diperoleh dengan jalan yang halal.
Masa pemerintahan Al-Walid pada umumnya dapat disebut masa kemakmuran dan ketentraman.Dengan adannya kekayaan dan kesatuan yang bulat, terutama karena keteguhan imam Al.-Walid. Maka alam Islami dapat bertambah luas sampai Andalusia di barat dan sind di timur dan daerah-daerah lainnya.
Keberhasilan Al-Walid lepas dari orang disekitarnnya antara lain: al-Hajaj. Abdul malik pernah berwasiat kepada puteranya AL-walid, suatu wasiat yang dapat digambarkian kedudukan AL-Hajaj dalam kerajaan bani Ummayah. Ia berkata:” pandanglah Al-Hajaj dan muliakanlah dia, karena dialah kerajaan mennjadi kokoh. Dialah pedangmu dan tanganmu, untuk menumpas orang-orang yang benar membangkangmu. Janganlah engkau dengarkan fitnah orang tentang dirinmya, sebab engkau memerlukannya, lebih dari ia memerlukan engkau. “
Sifat keadilan Al-Walid aki bat didikan ayahnya Abdul Malik sehingga rakyatnya sangat kagum dan mencintai Al-Walid dengan sifat mulianya. Walaupun dia memegang pemerintah sebagai Khalifah tidah begitu lama.
Recent Entries
- qurban di yatim panti asuhan cahaya insani surabaya
- yatim surabaya dimanja oleh arisan bery pengajian bery di Grand City
- fakultas Ekonomi Unair buka puasa bareng yatim surabaya
- permohonan yatim surabaya di bulan ramadhan 1432 H
- yatim surabaya dikunjungi dinas perhubungan
- panti asuhan yatim surabaya butuh dana buat pengecoran lantai dua
- yatim surabaya mendo’akan yang akan masuk UMPTN
- yatim CI surabaya kondangan mendo’akan donatur sakit
- yatim panti asuhan surabaya diundang ultah di Mac Donald Surabaya
- yamaha surabaya TERDEPAN ngasih santunan yatim surabaya












