Ibu catatan si yatim
Ibu
Sebagai Sumber Dinamika Kehidupan
Semua orang tentu mafhum bahwa kaberadaan kaum hawa mempunnyai makna yang amat penting dalam seluruh kehidupan manusia. Wanita merupakan unsur utama yang mamberikan warna dan nuansa keserasian, keindahan, dan dinamika kehidupan. Kehidupan akan terasa gersang tanpa kehadiran wanita dan pada gilirannya segera berakhir dengan kehancuran.
Sebagia satuan terkacil lembaga kehidupan sosial manusia, yakni keluarga, tentunya sangat ditentukan oleh citra kaum hawa/ wanita yang ada di dalamnya terutama wanita sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Demikian pula dalam kehidupan masyrakat dan bernegara, keberadaan kaum wanita mempunyai peran yang amat strategis, sebagai mana diketahui bahwa diantara yang diwarikaskan oleh kaum ibu yang mengikuti kongres pemuda Indonesia tanggal 22 Desember 1938 di yagyakarta itu ialah”semangat” kepada generasi penerusnya. Mereka berkumpul dan bergabung dalam rangka musyawarah bagi kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka merasa terpanggil bahwa mereka memiliki hak yang sama dengan kaum pria untuk berjuang menuju Indonesia merdeka.
Di dalam perjalanan sejarah, Al-Qur’an juga telah menerengkan diantaranya beberapa kaum ibu yang telah berjuang mempertahankan “aqikah tauhid”, yaitu meng-esa-kan Tuhan secara murni.Diantaranya, pertama ialah ibunda Nabi Musa a.s., yang dengan keimananya yang kokoh di dalam kalbunya yang suci, menyerahkan dirinya dan putranya, yaitu Nabi Musa a.s, kepada Allah, kedua, ratu balkis yang dengan iman yang kokoh telah menyerahkan segalanya untuk menghambakan diri kepada Allah SWT, ketiga, ibunda Nabi Isa a.s.,yaitu Siti Maryam, yang keimananya yang kuat da dalam kalbu yang telah mengamdikan dirinya kepada Allah SWT, tuhan Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-nya. Demikian gambaran seorang ibu yang dengan penuh perjuangan dan semangat telah mencapai tingkat kemuliannya.
Dalam unsur keluarga tentunya kahadiran seorang ibu sangat menentukan. Apabila dalam keluarga tiada kahadiran seorang ibu, suatu keluarga akan kehilangan makna dan dinamikanya sehingga hidupnya akan terasa hampa tanpa gairah. Dalam kaitan itulah kehadiran seorang ibu dalam keluarga merupakan sumber dinamika dalam suasana penuh gairah dan kasih sayang.
Ditinjau dari pengertian secara khusus,”ibu” adalah sebutan atau panggilan dari seorang anak terhadap sosok seorang wanita yang telah mengandung dan melahirkannya. Kemudian jika ditinjau dari pengertian secara luas,”ibu” mempunyai makna sebagai seorang wanita yang mempunyai peran, tugas , dan tanggung jawab untuk mewujudkan fungsi-fungsi keibuan seperti merawat, mengasuh dan mendidik dalam mengembangkan kepribadian, baik yang langsung di keluarga maupun di luar keluarga.
Selanjutnya dalam pengertian simbolis atau kiasan, kita pun menyebut tanah air sebagai’ibu pertiwi” yaitu”ibu” yang melahirkan bangsa (bangsa indonesia), siapa pun akan mengakui bahwa keberadan “ibu”tak dapat dilepaskan dalam keseluruhan proses kehidupan umat manusia. Kecuali Nabi Adam a.s., dan Siti Hawa,setiap manusia berasal dari kandungan ibunya dan kemudian mendapatkan perawatan, pengasuh dan pendidikan untuk perkembangan selanjutnya. Dari sinilah diharapkan ibu bisa menjadi penyejuk dirinya, jiwa keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
Begitulah, betapa besar jasa seorang ibu yang jasa-jasanya tak bisa ditukar drngan apapun, oleh karena itulah seharusnya kita bisa memuliakan dan menghormati ibu dengan baik. Semoga Allah membalas jasa-jasanya yang mulia itu dengan balasan surga, hidup untuk ibu, kami patut mengucungkan jempol atas jasa-jasamu yang sangat mulia itu”lbu”Amin
Recent Entries
- Asrama yatim dikunjungi UTS surabaya
- Mipa Unesa buka bareng yatim CI Surabaya
- Yatim Surabaya buka bersama Dirjen Pajak
- Indahnya buka bareng yatim surabaya
- yatim surabaya tulis lailatul qodar
- ulang tahun di asrama yatim surabaya
- Kompas yatim surabaya
- yamaha surabaya terdepan bersama yatim
- Bukber dengan Notaris Ranti Surabaya
- Dirjend Pajak buka puasa dengan yatim












