Hasiyah by yatim
YAQIN
Apa sesungguhnya yang telah hilang dari kita. Dalam kehidupan yang penuh gegap-gempita ini? Yang pasti, adalah akar keyakinan. Banyak di antara kita yang mengkalkulasi dari depannya dengan manajemen yang penuh perhitungan. Tetapi sayangnya, manajemen hidup tersebut kering keyakinan.
itulah pasalnya banyak sekali program hidup yang telah kita canangkan, tiba-tiba saja tumbang di tengah jalan. Sedikit saja datang badai rintangan menerpa, pasak-pasak penyangga dari tiang-tiang kehidupan yang di tancapkan tercerabut atau demi satu. Hanya karena irama ombak kehidupan melenceng dari yang dikirakan, bahtera pun langsung oleng dan kehilangan arah saat menuju dermaga.
Rasulullah Muhammad Saw. Rupanya sangat memahami hal semacam itu. Oleh karenanya ketika dirinya membentuk mentalitas para sahabat, yang paling di utamakannya adalah memahat batu keyakinan di dasar hati. Sehingga tatkala kehidupan mereka di pepet oleh keterjepitan yang berlapis-lapis, disudutkan kesedihan yang bershaf-shaf, serta dipojokan dengan kepedihan yang saling kait-mengaitkan, mereka seakan tak pernah bergeming dengan itu semua.
Bayangkan, pada laga peperangan Badar beliau pernah memerintahkan sebuah keputusan yang sangat aneh lebih-lebih jika di perdengarkan oleh telinga zaman kekinian; bahwa yang berangkat berlaga kali ini, diprioritaskan bagi mereka yang telah terluka pada peperangan sebelumnya. Maka segera berjajar dibarisan terdepan: Para sahabat yang tubuhnya telah tercabik-cabik pedang dan tombak, mereka yang telah kehilangan satu tangan atau satu kaki, wajah yang coreng-moreng oleh bekas darah yang mengalir, punggung yang telah tersobek-sobek anak panah, serta dada yang penuh ukiran luka yang tersayat tetapi terpatri di dalamnya keyakinan yang mengakar di dasar hati.
Satu-satunya jawaban yang memaksimalkan motivasi keberanian para sahabat itu meskipun dengan bekal tubuh yang teramat minimal, adalah rasa yakin dan dasar keimanan mereka. Meskipun jumlahnya sedikit, terbukti pada peperangan tersebut umat islam mendapatkan kemenangan yang gemilang. Dan sebaliknya, ketika dalam perang Uhud yang secara logika peperangan seharusnya memperoleh kemenangan, umat islam malah tersungkur kedalam jurang kekalahan gara-gara rebutan ghanimah (harta rampasan perang).
Kisah tersebut telah menggambarkan kepada kita, bahwa seakan tak ada sesuatu yang tak bisa diraih dengan bekal keyakinan. Begitu pun ketika keyakinan telah sirna dalam diri, senantiasa pula berbanding lurus dengan lenyapnya sesuatu yang seharus nya dapat dengan mudah kita raih.
Allah Swt. Begitu indahnya melukiskan permisalan keyakinan tersebut dalam Al-Qur’an. Energi keyakinan dan power keimanan itu, disimbolkannya bagai akar yang menghunjam di kedalaman tanah. Kekuatan akar inilah, yang membuat batang-batang pohon kehidupan tahan terhadap hempasan badai masalah, sehingga tetap berbuah manfaat. Orang-orang yang memiliki keyakinan keimanan seperti inilah, yang di janjikaNya surga dengan segala fasilitasnya. Sebagaimana firmanNya dalam arti surah al-Fath ayat 5: “Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Dan dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.”
Maka, dalam memperingati maulid Rasulullah tanpa bisa mengambil sisi keyakinannya, seperti halnya menikmati pameran lukisan di galery seni. Indah di pandang dan nyaman di kenang, tetapi tak dapat di bawah pulang. Wallahu a’lam bish-shawab!!
Recent Entries
- qurban di yatim panti asuhan cahaya insani surabaya
- yatim surabaya dimanja oleh arisan bery pengajian bery di Grand City
- fakultas Ekonomi Unair buka puasa bareng yatim surabaya
- permohonan yatim surabaya di bulan ramadhan 1432 H
- yatim surabaya dikunjungi dinas perhubungan
- panti asuhan yatim surabaya butuh dana buat pengecoran lantai dua
- yatim surabaya mendo’akan yang akan masuk UMPTN
- yatim CI surabaya kondangan mendo’akan donatur sakit
- yatim panti asuhan surabaya diundang ultah di Mac Donald Surabaya
- yamaha surabaya TERDEPAN ngasih santunan yatim surabaya












