Ratapan seorang ibu catatan yatim
RATAPAN SEORANG IBU
Shalih al Marri berkata, “Pada suatu malam jumat aku berada disuatu pekuburan. Aku tertidur di sana. Dalam tidurku aku bermimpi melihat sebuah kuburan yang membelah. Lalu, keluarlah beberapa orang yang telah mati. Mereka duduk melingkar. Tiba-tiba jatuhlah sebuah talam yang tertutup. Diantara mayat-mayat itu ada anak muda yang disiksa dengan berbagai jenis siksa.. Aku mendekati pemuda itu dan berkata, “Hai anak muda! Ada apa denganmu? Mengapa engkau disiksa sementara kaummu tidak?
Dia menjawab, “Hai Shalih! Demi Allah, engkau harus menyampaikan apa yang aku perintahkan dan amanahkan kepadamu! Bantulah keterasinganku! Mudah-mudahan Allah menjadikan jalan keluar bagiku dari siksa ini melaluimu. Ketika meninggal, aku mempunyai seorang ibu. Ibuku mengumpulkan beberapa orang untuk meratapiku.setiap hari mereka meratapiku. Akibat ratapan itulah aku disiksa api dari kanan dan kiri, dari depan dan dari belakang. Ratapan mereka membuatku mendapat keburukan ini. Mudah-mudahan Allah tidak memberikan kebaikan kepadanya.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, pemuda itu menangis. Aku ikut menangis pula. Lalu ia berkata lagi kepadaku, “Hai Shalih! Tolong engkau temui ibuku, (Pemuda itu memberi tahu daerah tinggal ibunya) lalu katakan olehmu padanya, “mengapa engkau menyiksa anakmu yang engkau lindungi dari berbagai bahaya?? Mengapa engkau menjerumuskanku kedalam siksa?? Wahai ibu!! Jika engkau melihatku, sementara berbagai belenggu berada diatas pundakku, rantai mengikat membelit kakiku, dan malaikat menyiksa memukuliku dan menghadikku, engkau akan merasa kasihan kepadaku. Apabila engkau tidak menghentikan perbuatanmu, meratapiku, aku akan mendakwamu pada Hari Penghisaban.”
Aku terbangun kaget aku termenung ditempatku dalam keadaan bingung hingga fajar. Ketika waktu subuh tiba, aku masuk kesebuah kampung. Aku tidak punya tekad apapun kecuali mendatangi daerah tempat tinggal ibu anak muda tadi. Aku mendapat kabar dari penduduk kampung tentang sang ibu itu. Aku segera datang ketempat yang ditunjukan oleh orang kampung. Ternyata, pintu rumah si ibu itu terbuka. Suara orang-orang meratap terdengar dari dalam.
Aku mengetuk pintu, tampak seorang ibu dengan mengenakkan baju hitam. Sementara itu, mukanya tampak hitam akibat banyak menangis dan dipukuli oleh tangannya sendiri. Dia berkata kepadaku, “Siapakah engkau??”
Aku berkata, “Aku Shalih al-Marri. Pada suatu malam aku menemukan kejadian begini dan begini……….”
“Ketika mendengar apa yang aku katakan, dia pingsan dan tersungkur ke tanah. Ketika sadar ia menangis keras. Dia berkata, “Duhai anakku! Jika mengetahui akan seperti itu keadaanmu akibat ulahku, aku tidak akan melakukan perbuatan seperti itu. Sekarang aku bertobat dari perbuatan ini.”
Setelah mengucapkan perkataan itu, si ibu masuk ke dalam dan perempuan-perempuan yang ikut meratap dibubarkan. Dia mengganti baju yang tadi ia pakai. Lalu, ia mengeluarkan sebuah kantung kecil yang didalamnya berisi uang dirham yang sangat banyak. Dia berkata, “Wahai Shalih! Tolong engkau sedekahkan uang ini atas nama anakku.”
Setelah itu aku berpamitan kepadanya dan mendoakan kebaikannya. Aku pergi untuk menyedekahkan uang tersebut.
Ketika malam jumat berikutnya tiba, aku mendatangi lagi perkuburan tersebut. Dan aku tertidur lagi disana. Dalam tidur itu aku bermimpi melihat ahli kubur keluar dan melingkar. Tiba-tiba sebuah talam meluncur dari atas. Pemuda itu tertawa dan tampak bahagia. Ketika melihatku, dia menghampiriku dan berkata, “Hai Shalih! Semoga Allah membalas kebaikanmu. Allah telah meringankan siksaku. Hal itu disebabkan oleh ibuku sudah tidak meratapiku. Dan apa yang disedekahkanya sampai kepadaku.”
Aku bertanya tentang talam yang turun kepada mereka. Pemuda itu menjawab, “Talam itu adalah hadiah dari orang-orang yang hidup kepada orang yang telah meninggal. Ia berupa sedekah, bacaan dan doa. Sekarang engkau kembali kepada ibuku dan ucapkan salam dariku serta sampaikan semoga Allah membalas kebaikan kepadanya.
Recent Entries
- qurban di yatim panti asuhan cahaya insani surabaya
- yatim surabaya dimanja oleh arisan bery pengajian bery di Grand City
- fakultas Ekonomi Unair buka puasa bareng yatim surabaya
- permohonan yatim surabaya di bulan ramadhan 1432 H
- yatim surabaya dikunjungi dinas perhubungan
- panti asuhan yatim surabaya butuh dana buat pengecoran lantai dua
- yatim surabaya mendo’akan yang akan masuk UMPTN
- yatim CI surabaya kondangan mendo’akan donatur sakit
- yatim panti asuhan surabaya diundang ultah di Mac Donald Surabaya
- yamaha surabaya TERDEPAN ngasih santunan yatim surabaya












