Konseling Yatim

DASAR-DASAR KONSELING YATIM

POKOK BAHASAN :
• Pengertian konseling
• Asumsi-asumsi Dasar
• Tujuan konseling
• Fungsi konseling
• Jenis-jenis Konseling
• Model – Model Konseling

Pengertian konseling :
Kata konseling diambil dari bahasa latin counsillium, artinya ‘bersama’ atau bicara bersama, dalam hal ini pembicaraan konselor dengan seseorang atau beberapa orang klien (counselee).
Carl Rogers mengatakan bahwa konseling merupakan hubungan terapi dengan klien yang bertujuan untuk melakukan perubahan diri (self) klien.
Konseling juga bisa dipahami sebagai proses yang melibatkan seorang profesional dalam membantu orang lain untuk mencapai pemahaman dirinya, membuat keputusan dan pemecahan masalah.

Konseling sebagai proses
Konseling tidak dapat dilakukan sesaat, melainkan berkelanjutan atau dalam beberapa kali pertemuan.
Jumlah pertemuan atau sessi dalam konseling ditentukan tujuan konseling itu sendiri serta dinamika yang terjadi dalam konseling. Ada konseling yang hanya dilakukan dalam tiga kali pertemuan, namun ada pula konseling yang berlangsung selama puluhan sessi pertemuan.

Konseling sbg hubungan spesifik
Hubungan antara konselor dengan konseli merupakan hubungan spesifik, yang berbeda dari hubungan sosial biasa.
Hubungan dalam konseling membutuhkan keterbukaan, pemahaman, penghargaan secara positif dan empati.
Keberhasilan konselor dalam mencapai tujuan konseling salah satunya tergantung pada kemampuannya untuk membangun hubungan yang spesifik tersebut dengan kliennya.

Konseling demi membantu orang lain
Membantu berbeda dengan memberi atau mengambil alih.
Di dalam hubungan yang bersifat membantu, ada unsur memberi kepercayaan klien untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
Hubungan konseling bukan bermaksud mengalihkan pekerjaan klien kepada konselor.

Konseling utk mencapai tujuan hidup
Konseling dimaksudkan untuk mencapai pemahaman dan penerimaan diri, pemahaman yang lebih luas tentang dirinya serta proses belajar perilaku dari perilaku tidak adaptif menjadi adaptif.
Konseling dimaksudkan untuk membantu memenuhi klien dalam menjalankan dan mencapai tugas-tugas hidup sesuai dengan masa perkembangannya.

PEMAHAMAN YANG SALAH :

1. KONSELING SAMA DENGAN MEMBERI NASEHAT
Nasehat merupakan gagasan seseorang yang disampaikan kepada pihak lain dan dianjurkan untuk dilaksanakan karena dianggap menyelesaikan masalah. Konseling tidak dimaksudkan untuk memberikan nasehat kepada kliennya. Nasehat menjadi cara komunikasi yang tidak efektif. Nasehat menjadikan klien melepas tanggung jawabnya.

2. KONSELING SBG PEMBERIAN INFORMASI
Pemberian informasi memang ada dan diperlukan dalam konseling, tetapi konseling bukan hanya sekedar memberi informasi. Yang ditekankan dalam konseling adalah hubungan yang bersifat terapeutik, yang mendorong klien untuk memahami diri dan menyelesaikan masalahnya

3. KONSELING DIARAHKAN UTK MEMPENGARUHI KLIEN
Hubungan konseling tidak bermaksud mempengaruhi sikap, keyakinan dan tingkah laku klien dengan cara persuasif ataupun dengan cara-cara pemaksaan. Perubahan dalam hal sikap, keyakinan maupun tingkah laku adalah kehendak klien sendiri untuk menyelesaikan masalahnya dan mencapai perkembangannya secara tepat.
Konseling memandang klien bukan sebagai obyek yang harus diubah tetapi sebagai subyek yang mempunyai kemampuan mengubah dirinya ke tujuan yang diharapkan.

Tujuan konseling bukan semata-mata didasarkan atas kehendak konselor tetapi juga menjadi keinginan dan harapan klien. Konselor bukan mempengaruhi klien tetapi membantu klien menemukan sikap, keyakinan dan perilakunya untuk pertumbuhan dirinya sendiri.

4. KONSELING SAMA DENGAN WAWANCARA
Konseling dilaksanakan melalui wawancara tetapi konseling juga bukan sekedar wawancara. Wawancara meliputi tanya jawab untuk menggali informasi. Sedangkan konseling melibatkan sikap-sikap khusus konselor yang memberi kesempatan klien untuk meng-eksplorasi diri dan memahami dirinya sendiri.

PERBEDAAN KONSELING DENGAN PSIKOTERAPI
Konseling dilakukan untuk menangani problem-problem psikologis seperti ketidakmatangan, ketidakstabilan emosional, ketidakmampuan mengontrol diri serta masalah lain yang berhubungan dengan peran individu dalam kehidupan.

Konseling bersifat edukatif, suportif dan situasional.
Sementara psikoterapi menangani gangguan mental dan problem berat seperti konflik-konflik interpersonal yang serius, masalah neurosis yang berat, tekanan emosional yang kronis serta masalah tingkah laku yang berat.
Psikoterapi biasanya menggunakan teknik yang lebih spesifik dan banyak menggunakan penanganan medis.

ASUMSI DASAR DLM KONSELING
Dalam konseling, klien tidak dianggap sebagai orang yang sakit mental, tetapi dipandang memiliki kemampuan untuk memilih tujuan, membuat keputusan dan menerima tanggung jawab terhadap tingkah lakunya dan perkembangannya di masa depan.

Konseling fokus pada saat ini dan masa depan, bukan pada masa lalu.
Klien bukan pasien, konselor adalah partner klien, menetapkan tujuan bersama dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan tersebut. Konselor adalah tenaga terlatih yang berkemauan untuk membantu klien.
TUJUAN KONSELING :

1. MENCEGAH MUNCULNYA MASALAH
Konseling dilaksanakan bukan hanya ketika seorang anak mempunyai masalah, tetapi justru diutamakan untuk mencegah muncul dan berkembangnya masalah.
Konseling dilakukan dalam upaya untuk mencegah jangan sampai mengalami masalah di kemudian hari, mencegah jangan sampai masalah yang dialami bertambah berat dan berkepanjangan atau mencegah jangan sampai menjadi gangguan yang menetap.

2. BELAJAR MEMBUAT KEPUTUSAN
Konseling bukan sekedar proses pelepasan beban emosional, tetapi juga merupakan proses pemecahan masalah.
Dalam hal ini konseling merupakan proses belajar dan berlatih memecahkan masalah dengan membuat keputusan ; mengevaluasi sikap, perilaku, nilai-nilai, mengevaluasi kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, memilih beberapa alternatif rencana tindakan, memilih sikap dan nilai yang lebih baik.
Dalam membuat keputusan, klien belajar mengidentifikasi alternatif, memilih alternatif, memprediksi berbagai konsekuensi dari keputusannya terhadap alternatif yang dipilih.

3. MENGUBAH PERILAKU YANG SALAH PENYESUAIAN
Perilaku yang salah penyesuaian adalah perilaku yang tidak tepat, yang secara psikologis dapat mengarah ke perilaku patologis.
Konseling dilaksanakan untuk membantu klien mengenali perilakunya yang tidak sesuai, dan bagaimana harus mengatasi persoalan tersebut serta mempunyai kemampuan untuk menjalani kehidupan dengan cara-cara yang lebih baik.

4. TUJUAN KONSELING ANAK & REMAJA
mengembangkan seluruh potensinya se-optimal mungkin;
mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri;
mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan;
mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalahnya;
mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan;

5. ANAK DAN REMAJA DIBERI KESEMPATAN UNTUK
mengenal dan melaksanakan tujuan hidupnya serta merumuskan rencana hidup yang didasarkan atas tujuan itu;
a. mengenal dan memahami kebutuhannya secara realistis;
b. mengenal dan menanggulangi kesulitan-kesulitan sendiri;
c. mengenal dan mengembangkan kemampuannya secara optimal;
d. menggunakan kemampuannya untuk kepentingan pribadi dan untuk kepentingan umum dalam kehidupan bersama;
e. menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan di dalam lingkungannya;
f. mengembangkan segala yang dimilikinya secara tepat dan teratur, sesuai dengan tugas perkembangannya sampai batas optimal.

FUNGSI KONSELING :

1. FUNGSI PENYESUAIAN
Fungsi penyesuaian ialah fungsi konseling dalam membantu anak untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik konseling, anak dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu anak dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal.

2. FUNGSI PEMECAHAN MASALAH
Konseling membantu anak-anak dan remaja dalam memecahkan berbagai masalah yang menghambat pemenuhan tugas-tugas perkembangannya. Perilaku-perilaku yang tidak adaptif dan menghambat pengembangan potensi juga dapat dipecahkan melalui konseling.

3. FUNGSI PENYALURAN
Fungsi penyaluran ialah fungsi konseling dalam membantu menyalurkan anak dalam memilih program-program pendidikan dan pengembangan potensi/bakat, memilih jenis sekolah ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri- ciri kepribadiannya.
Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di luar sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar agama, kelompok olah raga ataupun kelompok kesenian, dan lain-lain.

JENIS-JENIS KONSELING :

1. KONSELING PENDIDIKAN
Konseling pendidikan dilaksanakan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Tujuan utama konseling pendidikan membantu anak didik dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan yang ditempuh-nya pada berbagai tingkatan. Hambatan-hambatan anak didik dalam menempuh studi dibantu melalui proses konseling.

2. KONSELING VOKASIONAL
Konseling vokasional sering dikenal dengan sebutan konseling karier. Konseling ini diarahkan untuk membantu klien yang mempunyai masalah dalam memperoleh pekerjaan, serta kesulitan yang dialami dalam pekerjaan.
Konseling vokasional biasanya juga digunakan untuk menggali bakat dan potensi anak, sehingga dapat dikembangkan melalui studi lebih lanjut baik melalui sekolah formal maupun pendidikan non formal.

3. KONSELING REHABILITASI
Konseling rehabilitasi merupakan konseling yang dilakukan terhadap orang-orang yang sedang dalam proses rehabilitasi. Misalnya rehabilitasi setelah mengalami perawatan medis, setelah menjalani hukuman.
Konseling rehabilitasi dimaksudkan untuk membantu klien mengembalikan persepsi dan emosi sehingga mempunyai konsep diri lebih positif dan dapat bertindak lebih tepat sesuai potensi yang dimiliki.

4. KONSELING KELUARGA & PERKAWINAN
Konseling perkawinan dan keluarga dimaksudkan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah psikologis yang dihadapi pasangan dan anggota keluarga, sehingga dapat membangun keluarga secara lebih baik, semua anggota dapat berperan sesuai dengan tugas masing-masing.

TEKNIK KONSELING :
• MODEL DIREKTIF
• MODEL NON DIREKTIF
• MODEL EKLEKTIF

MODEL DIREKTIF
• Terpusat pada konselor
• Bersifat informatif
• Konselor lebih aktif selama proses konseling.
• Konselor menentukan arah konseling
• Konselor mengambil kesimpulan, interpretasi dan memberikan alternatif solusi.

MODEL NON DIREKTIF
• Konseling terpusat pada klien
• Bertujuan agar klien mencapai aktualisasi diri.
• Klien datang dengan pertanyaan , ‘siapakah saya’ ?
• Konselor menciptakan suasana yang memungkinkan terjadinya aktualisasi diri

MODEL EKLEKTIK
• Model yang secara tidak kaku mengacu pada satu model konseling.
• Dalam melaksanakan konseling, konselor melakukan berbagai penyesuaian dengan memahami dinamika yang terjadi selama proses konseling.

TEMPAT KONSELING
Pilih tempat yang menimbulkan perasaan nyaman bagi klien maupun konselor.
Dapat dilakukan di dalam ruangan maupun di luar ruangan yang dpt menumbuhkan suasana hangat, ramah, tidak menegangkan.
Lembaga/panti sosial sebaiknya menyediakan ruang konseling.
Pengaturan perabotan ruangan yang menumbuhkan kesan bersahabat, bukan seperti ruangan kantor yang terkesan formal dan kaku.

Bookmark and Share

Recent Entries

Leave a Reply