<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yatim Cahaya Insani &#187; BULETIN YATIM</title>
	<atom:link href="http://www.cahayainsani.com/category/buletin-al-insaniyah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.cahayainsani.com</link>
	<description>Menerima dan Mengelola ZAKAT INFAQ SHODAQOH untuk Pemberdayaan Anak Yatim Piatu</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 17:59:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>yatim surabaya tulis lailatul qodar</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/808/yatim-surabaya-tulis-lailatul-qodar</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/808/yatim-surabaya-tulis-lailatul-qodar#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 13:27:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai refleksi menjelang akhir ramadhan yatim cahaya insani surabaya menulis buat donatur sekalian dengan harapan semoga bermanfaat dalam memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan. Sebuah tulisan tentang Lailatul qodar dari yatim semoga bermanfaat bagi para donatur di wilayah surabaya dan wilayah-wilayah lain dimanapun berada. Dibawah ini paparan kami
Muqoddimah :
Sesudah disyariatkannya ibadah shaum, dan agar umat Islam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai refleksi menjelang akhir ramadhan yatim cahaya insani surabaya menulis buat donatur sekalian dengan harapan semoga bermanfaat dalam memaksimalkan ibadah di bulan ramadhan. Sebuah tulisan tentang Lailatul qodar dari yatim semoga bermanfaat bagi para donatur di wilayah surabaya dan wilayah-wilayah lain dimanapun berada. Dibawah ini paparan kami</p>
<p>Muqoddimah :</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah disyariatkannya ibadah shaum, dan agar umat Islam dapat merealisasikan nilai taqwa, Allah SWT melengkapi nikmat-Nya dengan memberikan adanya “Lailat al qodr”. Allah berfirman : ” Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada ” Lailat al qodr”. Tahukah kalian apakah ” Lailat al qodr” ?. Itulah malam yang lebih utama dari pada seribu bulan” (QS. Al Qodr : 1-3)</p>
<p><span id="more-808"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Keutamaan Lailat al Qodr</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat yang dikutip di atas jelas menunjukkan nilai utama dari ” Lailat al qodr”. Mengomentari ayat di atas Anas bin Malik ra menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan keutamaan disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah al-Qur’an, dan dzikir serta amal sosial (seperti shodaqoh dana zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailat al qodr sendiri). Dalam riwayat lain Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah SAW bahwa sesungguhnya Allah mengkaruniakan ” Lailat al qodr” untuk umatku, dan tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara berkenaan dengan ayat 4 surat al qodr, Abdullah bin Abbas ra menyampaikan sabda Rasulullah bahwa pada saat terjadinya lailat al qodr, para malaikat turun kebumi menghampiri hamba-hamba Allah yang sedang qiyam al lail, atau melakukan dzikir, para malaikat mengucapkan salam kepada mereka. Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari para hambaNya yang bertaubat. Dalam riwayat Abu Hurairah ra, seperti dilaporkan oleh Bukhori, Muslim dan al Baihaqi, Rasulullah SAW juga pernah menyampaikan , “barangsiapa melakukan qiyam ( shalat malam) pada lailat al qodr, atas dasar iman serta semata-mata mencari keridloan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya”. Demikian banyaknya keutamaan lailat al qodr, sehingga Ibnu Abi Syaibah pernah menyampaikan ungkapan al Hasan al Bashri, katanya : ” Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yang lebih utama dari malam yang lainnya, kecuali ‘ Lailat al qodr’, karena lailat al qodr lebih utama dari (amalan) seribu bulan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Hukum “Menggapai” Lailat al Qodr.</p>
<p style="text-align: justify;">Memperhatikan pada arahan (taujih) Rasulullah SAW, serta contoh yang beliau tampilkan dalam upaya “menggapai” lailat al qodr, dalam hal ini misalnya Umar pernah menyampaikan sabda Rasulullah SAW : ” Barangsiapa mencari lailat al qodr, hendaknya ia mencarinya pada malam kedua puluh tujuh” (HR. Ahmad). Maka para ulama’ berkesimpulan bahwa berupaya menggapai lailat al qodr hukumnya sunnah. IV. Kapankah terjadinya Lailat al Qodr Sesuai dengan firman Allah pada awal surat Al Qodr, serta pada ayat 185 surat Al Baqoroh, dan hadits Rasulullah SAW. Maka para ulama’ bersepakat bahwa ” Lailat al qodr” terjadi pada malam bulan Ramadhan. Bahkan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Umar, Abu Dzar, dan Abu Hurairah, lailat al qodr bukannya sekali terjadi pada masa Rasulullah SAW saja, malainkan ia terus berlangsung pada setiap bulan Ramadhan untuk mashlahat umat Muhammad, sampai terjadinya hari qiyamat. Adapun tentang penentuan kapan persis terjadinya lailat al qodr, para ulama berbeda pendapat disebabkan beragamnya informasi hadits Rasulullah, serta pemahaman para shahabat tentang hal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana tersebut dibawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;">1.. Lailat al qodr terjadi pada malam 17 Ramadhan, malam diturunkannya Al Qur’an. Hal ini disampaikan oleh Zaid bin Arqom, dan Abdullah bin Zubair ra. (HR. Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan Bukhori dalam tarikh).</p>
<p style="text-align: justify;">2.. Lailat al qodr terjadi pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Diriwayatkan oleh Aisyah dari sabda Rasululah SAW: “Carilah lailat al qodr pada malam-malam ganjil disepuluh hari terakhir bulan Ramadhan” (HR. Bukhori, Muslim dan Baihaqi)</p>
<p style="text-align: justify;">3.. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 21 Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Abi Said al Khudri yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">4.. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 23 bulan Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Abdullah bin Unais al Juhany, seperti dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim.</p>
<p style="text-align: justify;">5.. Lailat al qodr terjadi pada malam tanggal 27 bulan Ramadhan, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Umar, seperti dikutip oleh Ahmad. Dan seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, bahwa Umar bin al Khoththob, Hudzaifah serta sekumpulan besar shahabat, yakin bahwa lailat al qodr terjadi pada malam 27 bulan Ramadhan. Rasulullah SAW seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, juga pernah menyampaikan kepada shahabat yang telah tua dan lemah tak mampu qiyam berlama-lama dan meminta nasehat kepada beliau kapan ia bisa mendapatkan lailat al qodr, Rasulullah SAW kemudian menasehati agar ia mencarinya pada malam ke 27 bulan Ramadhan (HR. Thabroni dan Baihaqi).</p>
<p style="text-align: justify;">6.. Seperti difahami dari riwayat Ibnu Umar dan Abi Bakrah yang dilaporkan oleh Bukhori dan Muslim, terjadinya lailat al qodr mungkin berpindah-pindah pada malam-malam ganjil sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Sesuai dengan informasi terakhir ini, dan karena langka dan pentingnya lailat al qodr, maka selayaknya setiap muslim berupaya selalu mendapatkan lailat al qodr pada sepanjang sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanda-tanda terjadinya Lailat al qodr</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti diriwayatkan Oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: ” Pada saat terjadinya lailat al qodr itu, malam terasa jernih, terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang benderang tanpa tertutup sesuatu awan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang perlu dilakukan pada lailat al qodr dan agar dapat menggapai lailat al qodr</p>
<p style="text-align: justify;">1.. Lebih bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua bentuk ibadah pada hari-hari Ramadhan, menjauhkan diri dari semua hal yang dapat mengurangi keseriusan beribadah pada hari-hari itu. Dalam peribadatan ini juga dengan mengikutsertakan keluarga. Hal itulah yang dahulu dicontohkan Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">2.. Melakukan i’tikaf dengan berupaya sekuat tenaga. Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align: justify;">3.. Melakukan qiyamu al lail berjama’ah, sampai dengan rekaat terakhir yang dilakukan imam, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dzar ra.</p>
<p style="text-align: justify;">4.. Memperbanyak do’a memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah dengan lafal : “Allahumma innaka ‘afuwun tuhibul afwa fa’fu ‘anni”. Hal inilah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Aisyah ra ketika beliau bertanya : ‘ wahai Rasulullah, bila aku ketahui kedatangan lailat al qodr, apa yang mesti aku ucapkan”? (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">Menggapai ” Lailat al qodr” bagi Muslimah</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana tersirat dari dialog Rasulullah SAW dengan Aisyah, istri beliau itu, maka mudah disimpulkan bahwa kaum muslimah-pun disyari’atkan dan diperbolehkan menggapai lailat al qodr . Dengan melakukan maksimalisasi ibadah yang memang diperbolehkan untuk dilakukan seorang muslimah. VIII. Khotimah Demikian panduan ringkas ini, mudah-mudahan pada bulan Ramadhan tahun ini Allah memperkenankan kita meraih ” Lailat al qodr”, malam yang utama dari 1000 bulan alias 83 tahun itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/808/yatim-surabaya-tulis-lailatul-qodar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permohonan Yatim Surabaya buat Donatur</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/770/permohonan-yatim-surabaya-buat-donatur</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/770/permohonan-yatim-surabaya-buat-donatur#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 17:51:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Permohonan dari anak-anak yatim Panti Asuhan Cahaya Insani Surabaya kepada para Donatur yang Budiman
مثل الدين ينفقون اموالهم في سبيل الله كمثل حبة انبتت سبع سنابل في كل سنبلة مائة حبه والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم
Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan tiap-tiap bulir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah Permohonan dari anak-anak yatim Panti Asuhan Cahaya Insani Surabaya kepada para Donatur yang Budiman</p>
<p>مثل الدين ينفقون اموالهم في سبيل الله كمثل حبة انبتت سبع سنابل في كل سنبلة مائة حبه والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan tiap-tiap bulir akan berkembang menjadi seratus biji, Allah melipat gandakan pahala siapa saja yang dikehendaki, Dan Allah Maha luas karunianya lagi Maha Mengetahui</em></p>
<p><em>( Al Baqoroh 261 )</em></p>
<p><span id="more-770"></span></p>
<p><strong>Lentera Kasih YATIM Surabaya</strong> :</p>
<p><strong>LENTERA ORANG TUA ASUH </strong></p>
<p>Anda bisa menjadi orang tua asuh yatim dengan membantu pembiyaan Beasiswa tiap bulan dengan pilihan :</p>
<p>TK/SD                    : Rp. 30,000/anak/bln</p>
<p>SMP                       : Rp. 40,000/anak/bln</p>
<p>SMU                      : Rp. 50,000/anak/bln</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>LENTERA INVESTASI AMAL </strong></p>
<p>Anda bisa menjadi donatur tetap setiap bulan dengan jumlah donasi berapun kami siap mengambil atau anda bisa langsung datang ke Panti atau via transver rekening.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>LENTERA RUMAH SURGA </strong></p>
<p>Setelah Ramadhan Insya Allah kami akan merenovasi Rumah Yatim yang beralamatkan di jalan Gubeng Kertajaya III/3A Surabaya, dengan pembebasan Wakaf Bangunan Rp. 250,000/ meter persegi . Kami juga bisa menerima bantuan dalam bentuk Bahan-bahan bangunan seperti semen, Bata Merah dll</p>
<p><strong>LOKASI KAMI :</strong></p>
<p>Asrama 1                 : Bibis Karah 50 Surabaya</p>
<p>Asrama 2                 : Gubeng Kertajaya III/3A Surabaya</p>
<p>Telpon                       : 72 12 12 59 / 71 51 94 94</p>
<p>Website                     : http://www.cahayainsani.com/</p>
<p>Email                          : cinsani@yahoo.com</p>
<p>Rekening                   : Mandiri 141-00-0680230-0 Atas nama yayasan Cahaya Insani</p>
<p>BCA norek : 0884798830 Atas nama Zainal Arifin</p>
<p><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/P2260166_small1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-771" title="P2260166_small" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/P2260166_small1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Rumah Yatim yang akan direnovasi</p>
<p><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/P3100219_small1.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-772" title="P3100219_small" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/P3100219_small1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Bersama Donatur sedang Buka Puasa Bersama</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/770/permohonan-yatim-surabaya-buat-donatur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirgahayu Indonesiaku ke 65</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/741/dirgahayu-indonesiaku-ke-65</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/741/dirgahayu-indonesiaku-ke-65#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 18:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[


SELAMAT ULANG TAHUN NEGRIKU TERCINTA
Allahu Akbar  ….!!! MERDEKA …!!!

SEMOGA AMAL IBADAH PARA PAHLAWAN KITA DITERIMA DI SISINYA SEGALA DOSA-DOSANYA DI AMPUNI OLEH ALLAH SWT DAN DIPILIHKAN SUATU TEMPAT YANG TERBAIK DALAM SYURGANYA AMIIIIIINNNNNN…!!!
DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 65
JAYALAH NEGRIKU…!!!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="file:///D:/DOCUME%7E1/dr/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /></p>
<p><img src="file:///D:/DOCUME%7E1/dr/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.png" alt="" /></p>
<p><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/upacara-bendera.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-747" title="upacara bendera" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/upacara-bendera.jpg" alt="" width="145" height="192" /></a></p>
<p>SELAMAT ULANG TAHUN NEGRIKU TERCINTA</p>
<p>Allahu Akbar  ….!!! MERDEKA …!!!</p>
<p><span id="more-741"></span></p>
<p>SEMOGA AMAL IBADAH PARA PAHLAWAN KITA DITERIMA DI SISINYA SEGALA DOSA-DOSANYA DI AMPUNI OLEH ALLAH SWT DAN DIPILIHKAN SUATU TEMPAT YANG TERBAIK DALAM SYURGANYA AMIIIIIINNNNNN…!!!</p>
<p>DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 65</p>
<p>JAYALAH NEGRIKU…!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/741/dirgahayu-indonesiaku-ke-65/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wakaf Bangunan Rumah Yatim Surabaya</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/738/wakaf-bangunan-rumah-yatim</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/738/wakaf-bangunan-rumah-yatim#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 15:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=738</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah kami haturkan keharibaan Ilahi robby atas nikmat yang telah diberikan kepada kami keluarga besar yayasan Cahaya Insani dimana pada bulan Juni 2010 kami telah berhasil membebaskan RUMAH YATIM yang beralamatkan di Jl Gubeng Kertajaya III/3A Surabaya
Kami sampaikan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu saudara saudari yang telah membantu pembebasan pembelian RUMAH YATIM [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/gambar-rumah-yatim.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-749" title="gambar rumah yatim" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/gambar-rumah-yatim-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah kami haturkan keharibaan Ilahi robby atas nikmat yang telah diberikan kepada kami keluarga besar yayasan Cahaya Insani dimana pada bulan Juni 2010 kami telah berhasil membebaskan RUMAH YATIM yang beralamatkan di Jl Gubeng Kertajaya III/3A Surabaya</p>
<p style="text-align: justify;">Kami sampaikan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu saudara saudari yang telah membantu pembebasan pembelian RUMAH YATIM tersebut dengan harapan semoga Amal bapak ibu sekalian tercatat sebagai Amal Jariyah yang Sholeh dan pahalanya mengalir terus sampai hari pembalasan Amiiinnn</p>
<p><span id="more-738"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kami berencana akan merenovasi rumah yatim tersebut setelah hari raya Idil Fitri 2010 ini dengan pembebasan Wakaf Bangunan Rp. 250,000 per meter persegi atau kami menerima Wakaf Bangunan berupa bahan-bahan material seperti Bata Merah, Besi, Semen, Pasir, dll</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/P2260166_small.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-739" title="P2260166_small" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/08/P2260166_small-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/738/wakaf-bangunan-rumah-yatim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diklat konseling yatim</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/711/diklat-konseling-yatim</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/711/diklat-konseling-yatim#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 14:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIK PENDAMPINGAN DAN PENANGANAN PMKS/ANAK ASUH
Diklat ini diadakan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya bekerja sama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial  Jogjakarta Delegasi dari yayasan cahaya insane dalam pelatihan ini diwakili oleh bapak Zainal Arifin S.Ag dengan menempuh pendidikan selama lima hari dan diakhiri acara out bond
Adapun materi yang disampaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TEKNIK PENDAMPINGAN DAN PENANGANAN PMKS/ANAK ASUH</p>
<p style="text-align: justify;">Diklat ini diadakan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya bekerja sama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial  Jogjakarta Delegasi dari yayasan cahaya insane dalam pelatihan ini diwakili oleh bapak Zainal Arifin S.Ag dengan menempuh pendidikan selama lima hari dan diakhiri acara out bond</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan itu</p>
<p style="text-align: justify;">Dimulai dari hari pertama acara registrasi, pembukaan, laporan panitia, sambutan kepala dinas social Surabaya dan do’a acara dilanjutkan setelah istirahat dengan pembahasan dasar-dasar konseling dilanjutkan dengan pembahasan psikologi anak dan remaja, konseling individu dan kelompok selesai</p>
<p><span id="more-711"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Dihari kedua materi yang disampaikan Etika Konseling dan sikap dasar konselor, ketrampilan dasar konseling</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ketiga Konseling dengan anak yang mengalami hambatan berprestasi ( underachiever ) dilanjutkan konseling perubahan perilaku pada anak dan remaja.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari keempat diisi dengan materi melindungi anak dan remaja dari pornografi, pendidikan sebaya ( Peer Counselor ), Praktik konseling, pembulatan</p>
<p style="text-align: justify;">Hari kelima Out Bond</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/04/PC070078_small.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-712" title="PC070078_small" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/04/PC070078_small-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Diklat Pendampingan Dan Penanganan masalah anak</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/04/PC100083_small.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-713" title="PC100083_small" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/04/PC100083_small-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Suasana pendidikan dan pelatihan Konseling</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/04/PC100091_small.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-714" title="PC100091_small" src="http://www.cahayainsani.com/wp-content/uploads/2010/04/PC100091_small-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">bapak Zainal Arifin baju putih beserta para tutor dari Balai Diklat Jogja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/711/diklat-konseling-yatim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci Hidup Sukses oleh yatim</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/708/kunci-hidup-sukses-oleh-yatim</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/708/kunci-hidup-sukses-oleh-yatim#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 00:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=708</guid>
		<description><![CDATA[Kunci Hidup Sukses oleh yatim
&#8220;Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu&#8230;&#8221; (Q. S Ali Imran (3) : 160)
Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin segera diperjuangkan?
Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kunci Hidup Sukses oleh yatim</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu&#8230;&#8221; (Q. S Ali Imran (3) : 160)</p>
<p>Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin segera diperjuangkan?</p>
<p>Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Mengapa demikian? Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan.</p>
<p>Seorang ayah dihari tuanya tersenyum puas karena telah berhasil mengayuh bahtera rumah tangga yang tentram dan bahagia, sementara anak anaknya telah ia antar ke gerbang cakrawala keberhasilan hidup yang mandiri. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri.</p>
<p><span id="more-708"></span></p>
<p>Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?</p>
<p>Membangun Fondasi<br />
Kalau kita hendak membangun rumah, maka yang perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena, fondasi yang tidak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atapnya dibuat sekuat dan sebagus apapun.</p>
<p>Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan, misalnya yang asalnya memiliki kinerja yang baik, sehingga maju pesat, tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal, perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebabnya adalah karena didalamnya merajalela ketidakjujuran, penipuan, intrik dan aneka kezhaliman lainnya.</p>
<p>Tak jarang pula terjadi sebuah keluarga tampak berhasil membina rumah tangga dan berkecukupan dalam hal materi. Sang suami sukses meniti karir dikantornya, sang isteri pandai bergaul ditengah masyarakat, sementara anak-anaknya pun berhasil menempuh jenjang studi hingga ke perguruan tinggi, bahkan yang sudah bekerjapun beroleh posisi yang bagus. Namun apa yang terjadi kemudian?</p>
<p>Suatu ketika hancurlah keutuhan rumah tangganya itu karena beberapa faktor yang mungkin mental mereka tidak sempat dipersiapkan sejak sebelumnya untuk menghadapinya. Suami menjadi lupa diri karena harta, gelar, pangkat dan kedudukannya, sehingga tergelincir mengabaikan kesetiaannya kepada keluarga. Isteripun menjadi lupa akan posisinya sendiri, terjebak dalam prasangka, mudah iri terhadap sesamanya dan bahkan menjadi pendorong suami dalam berbagai perilaku licik dan curang. Anak-anakpun tidak lagi menemukan ketenangan karena sehari-hari menonton keteladanan yang buruk dan<br />
menyantap harta yang tidak berkah.</p>
<p>Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal, bahwa tiada kesuksesan yang sesungguhnya, kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan, maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip, yakni sukses dengan dan karena pertolongan-Nya. Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang tidak bisa tidak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan mernara gading kesuksesan.</p>
<p>Sunnatullah dan Inayatullah<br />
Terjadinya sesoang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkannya, ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya menghendaki proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya tepat waktu dan dengan predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajarnya, mempersiapkan fisik dan pikirannya dengan sebaik-<br />
baiknya, lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajarnya sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah, sangat mungkin ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya itu.</p>
<p>Akan tetapi, ada bis yang terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yang terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tidak apa-apa, padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebaliknya, mahasiswa yang telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi, bisa saja gagal total hanya karena Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studinya, misalnya. Segala yang mustahil menurut akal manusia sama sekali tidak ada yang mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.</p>
<p>Demikian pula kalau kita berbisnis hanya mengandalkan ikhtiar akal dan kemampuan saja, maka sangat mungkin akan beroleh sukses karena toh telah menetapi prasyarat sunnatullah. Akan tetapi, bukankah rencana manusia tidak mesti selalu sama dengan rencana Allah. Dan adakah manusia yang mengetahui persis apa yang menjadi rencana Nya atas manusia? Boleh saja kita berjuang habis-habisan karena dengan begitu orang kafirpun toh beroleh kesuksesan. Akan tetapi, kalau ternyata Dia menghendaki lain lantas kita mau apa? mau kecewa? kecewa sama sekali tidak mengubah apapun. Lagipula, kecewa yang timbul dihati tiada lain karena kita amat menginginkan rencana Allah itu selalu sama dengan rencana kita. Padahal Dialah penentu segala kejadian karena hanya Dia yang Maha Mengetahui hikmah dibalik segala kejadian.</p>
<p>Rekayasa Diri<br />
Apa kuncinya? Kuncinya adalah kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia, maka janganlah hanya sibuk merekayasa diri dan keadaan dalam rangka ikhtiar dhahir semata, tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yang layak ditolong oleh Allah. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan, yakni tercapainya apa yang kita dambakan &#8211; karena faktor sunnatullah tadi &#8211; namun juga tidak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain.</p>
<p>Lain halnya kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dengan ikhtiar bathin. Mengawalinya dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dengan cara yang benar, kesungguhan yang tinggi, ilmu yang tepat sesuai yang diperlukan, jujur, lurus, tidak suka menganiaya orang lain dan tidak mudah berputus asa.</p>
<p>Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata, seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dengan segenap hati kepada Nya agar bisa sekiranya apa-apa yang tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi dirinya mapun bagi orang lain, kiranya Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tidak lupa menyerahkan sepenuhnya segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian.</p>
<p>Bila Allah sudah menolong, maka siapa yang bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia untuk menghalangi pertolongan yang diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tidak akan pernah terhalang karena Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yang beriman.</p>
<p>&#8220;Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan) maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal&#8221; (QS Ali Imran (3) : 160).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/708/kunci-hidup-sukses-oleh-yatim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat-kiat Membangun Kepercayaan yatim</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/705/kiat-kiat-membangun-kepercayaan-yatim</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/705/kiat-kiat-membangun-kepercayaan-yatim#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 00:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=705</guid>
		<description><![CDATA[Kiat-kiat Membangun Kepercayaan yatim
Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.
Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kiat-kiat Membangun Kepercayaan yatim</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.</p>
<p>Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali ntuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.</p>
<p>Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.</p>
<p><span id="more-705"></span></p>
<p>A. Kejujuran yang terbukti dan teruji<br />
Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.</p>
<p>Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.</p>
<p>1. Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.<br />
2. Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.<br />
3. Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.<br />
4. Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.<br />
5. Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.</p>
<p>6. Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.</p>
<p>B. Cakap<br />
Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.</p>
<p>1. Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.<br />
2. Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.<br />
3. Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.</p>
<p>4. Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.<br />
5. Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.<br />
6. Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?</p>
<p>C. Inovatif<br />
Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.</p>
<p>Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.</p>
<p>Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemanpuan kreatif kita:</p>
<p>1. Banyak membaca dan menulis.<br />
2. Banyak berdiskusi dan bertanya.<br />
3. Banyak melihat (mengadakan studi banding).<br />
4. Banyak merenung (tafakur).<br />
5. Banyak berbuat dan mencoba.<br />
6. Banyak beribadah dan berdo&#8217;a.</p>
<p>Mudah-mudahan kegighan diri kita, menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, ujur terpercaya yang dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Selamat berjuang saudaraku sekalian, cukuplah Allah sebagai satu-satunya tujuan, pelindung, tumpuan harapan dan satu-satunya penolong kita semua.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/705/kiat-kiat-membangun-kepercayaan-yatim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kewirausahaan yatim</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/703/kewirausahaan-yatim</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/703/kewirausahaan-yatim#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 00:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=703</guid>
		<description><![CDATA[Kewirausahaan yatim
Hal yang sangat patut direnungkan oleh umat Islam, dan ini menjadi kendala bagi kemajuan umat adalah faktor leadership (kepemimpinan) dan kemampuan manajemen. Dampaknya pun jelas, dengan dua titik lemah ini potensi yang banyak tidak terbaca, tidak tergali secara maksimal, dan tidak bisa dikembangkan menjadi sebuah sinergi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan umat.
Kelemahan leadership [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kewirausahaan yatim</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang sangat patut direnungkan oleh umat Islam, dan ini menjadi kendala bagi kemajuan umat adalah faktor leadership (kepemimpinan) dan kemampuan manajemen. Dampaknya pun jelas, dengan dua titik lemah ini potensi yang banyak tidak terbaca, tidak tergali secara maksimal, dan tidak bisa dikembangkan menjadi sebuah sinergi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan umat.</p>
<p>Kelemahan leadership dan manajerial ini ternyata dapat kita telusuri dengan mengamati bagaimana pemahaman umat tentang sifat Rasulullah SAW. Diantara titik-titik yang kurang tersentuh secara maksimal adalah bagaimana umat Islam mempelajari masa muda Rasulullah SAW sebelum menjadi nabi.</p>
<p>Dari beberapa literatur yang didapat, betapa jiwa entrepreneurship Rasulullah di bidang wirausaha begitu mendominasi, sehingga beliau berkembang menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa entrepreneur, dan keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola sebuah dakwah, sebuah sistem yang bertata nilai kemuliaan Al Islam.</p>
<p><span id="more-703"></span></p>
<p>Pada waktu Rasulullah masih kecil, beliau sudah mempunyai sebuah proyek untuk menjaga kehormatan harga dirinya agar tidak menjadi beban bagi kehidupan ekonomi pamannya, Abu Thalib, yang memang tidak tergolong kaya. Beliau mendapat upah dari menggembalakan beberapa ekor kambing miliki orang lain, yang secara otomatis mengurangi biaya hidup yang harus ditanggung oleh pamannya ini.</p>
<p>Pada usia 12 tahuan, sebuah usia yang relatif muda, beliau melakukan perjalanan dagang ke Syiria bersama Abu Thalib. Beliau tumbuh dewasa di bawah asuhan pamannya ini dan belajar mengenai bisnis perdagangan darinya. Bahkan ketika menjelang dewasa dan menyadari bahwa pamannya bukanlah orang berada serta memiliki keluarga besar yang harus diberi nafkah, Rasulullah mulai berdagang sendiri di kota Mekkah.</p>
<p>Bisnisnya diawalai dengan sebuah perdagangan taraf kecil dan pribadi, yaitu dengan membeli barang dari satu pasar dan menjualnya kepada orang lain. Aktivitas bisnis lainnya dengan sejumlah orang di kota Mekkah pun dilakukan. Dengan demikian ternyata Rasulullah telah melakukan aktivitas bisnis jauh sebelum beliau bermitra dengan Khadijah. Dan inilah yang membuahkan pengalaman yang tak ternilai harganya dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan pada diri Rasulullah.</p>
<p>Ciri yang sangat khas dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah waktu itu adalah beliau sangat terkenal karena kejujurannya dan sangat amanah dalam memegang janji. Sehingga tidak ada satupun orang yang berinteraksi dengan beliau kecuali mndapat kepuasan yang luar biasa. Dan ini merupakan sebuah nuansa dengan pesona tersendiri bagi warga Jazirah Arab. apalagi kemuliaan akhlaknya seakan menebarkan pesona indah kepribadiannya.</p>
<p>Pun ketika beliau tidak memiliki uang untuk berbisnis sendiri, ternyata beliau banyak menerima modal dari orang-orang kaya Mekkah yang tidak sanggup menjalankan sendiri dana mereka, dan menyambut baik seseorang yang jujur untuk menjalankan bisnis dengan uang yang mereka miliki berdasarkan kerjasama. Tiada lain karena sejak kecil Rasulullah telah dikenal oleh penduduk Mekkah sangat rajin dan penuh percaya diri. Dikenal pula oleh kejujuran dan integritasnya dibidang apapun yang dilakukannya. Tak berlebihan bila penduduk Mekkah memanggilnya dengan sebutan Shiddiq (jujur) dan Amin (terpercaya).</p>
<p>Salah seorang pemiliki modal itu adalah Khadijah, yang kelak menjadi istri beliau, yang menawarkan suatu kemitraan berdasarkan sistem bagi hasil (profit sharing). Dan, subhanallaah, kecakapan Rasulullah dalam berbisnis telah mendatangkan keuntungan, dan tidak satupun jenis bisnis yang ditanganinya mendapat kerugian. Selama bermita dengan Khadijah inilah Rasulullah telah melakukan perjalanan dagang ke pusat bisnis di Habasyah (Ethiopia) dan Yaman. Beliau pun empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syria dan Jorash.</p>
<p>Diantara hal yang terus menerus harus kita teladani dari Rasulullah dalam interaksi bisnisnya adalah beliau sangat menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliannya dalam proses interaksi bisnisnya ini. Bisnis bagi Rasulullah SAW tidak hanya sebatas perputaran uang dan barang, tapi ada yang lebih tinggi dari semua itu, yaitu mejaga kehormatan diri. Sehingga keuntungan apapun dari setiap transaksi yang beliau dapatkan, maka kemuliaannya justru semakin menjulang tinggi. Semakin dihormati, semakin disegani dan ini menjadi aset tak ternilai harganya yang mendatangkan kepercayaan dari para pemilik modal.</p>
<p>Dengan kata lain, modal terbesar dari seorang yang menjadi pengusaha sukses, pemimpin sukses, atau ilmuwan sukses dalam disiplin ilmu apapun, ternyata jiwa entrepreneur ini harus dikembangkan sejak awal. Pembangunan harga diri, pembangunan etos kerja, pembangunan karir kehormatan sebagai seorang jujur yang terbukti teruji dan sangat amanah terhadap janji-janji, jikalau hal ini ditanamkan, dilatih sejak awal maka akan membuahkan kepribadian yang sangat bermutu tinggi dan ini menjadi bekal kesuksesan bekerja dimanapun atau kesuksesan mengemban amanah jenis apapun.</p>
<p>Dan yang paling perlu digaris bawahi, Rasulullah SAW mengadakan transaksi bisnis sama sekali tidak untuk memupuk kekayaan pribadi, tetapi justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnisnya dengan etika yang tinggi dan hasil yang didapat justru untuk didistribusikan ke sebanyak umat. Sehingga kesuksesannya mampu membawa banyak dampak positif, yaitu kesuksesan dan kesejahteraan bagi umat yang lainnya. Dan inilah yang menyebabkan kepribadian junjungan kita, Rasullah SAW begitu monumenatal, baik dalam mencari nafkah maupun dalam menafkahkan karunia rizki yang diperolehnya.</p>
<p>Semoga kita semua mampu merenungi kejujuran diri, amanah, dan kegigihan dalam menjaga kehormatan harga diri kita selaku umat Islam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/703/kewirausahaan-yatim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluh Kesah yatim</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/701/keluh-kesah-yatim</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/701/keluh-kesah-yatim#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 00:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Keluh Kesah yatim
Hidup di kota besar semacam Surabaya Jakarta atau Bandung membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental. Macet di perjalanan dalam waktu-waktu tertentu adalah suatu permasalahan yang kadangkala sering kita hadapi. Tak heran bila untuk sebuah perjalanan, kalau kita tidak memakai strategi yang bagus, tidak memakai perencanaan yang matang, maka kemacetan akan benar-benar mencuri waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Keluh Kesah yatim</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup di kota besar semacam Surabaya Jakarta atau Bandung membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental. Macet di perjalanan dalam waktu-waktu tertentu adalah suatu permasalahan yang kadangkala sering kita hadapi. Tak heran bila untuk sebuah perjalanan, kalau kita tidak memakai strategi yang bagus, tidak memakai perencanaan yang matang, maka kemacetan akan benar-benar mencuri waktu begitu lama. Terkadang bisa berjam-jam di jalan. Kalau saja tidak berusaha untuk bening hati, sepertinya sepanjang jalan yang terjadi hanya dongkol dan marah-marah. &#8220;Aduh , kapan sampainya! Aduh, kok ini lama banget! Aduh, kok macet terus!&#8221; Mungkin ungkapannya seperti itu. Aduh dan aduh.</p>
<p>Padahal kata-kata aduh, kalau hanya tanda keluh kesah, sebetulnya tidak menyelesaikan masalah. Justru kata-kata yang terlontar itu menunjukkan ketidaksabaran kita. Apalagi tiba-tiba di pinggir jalan ada kendaraan lain berhenti seenaknya. Kita boleh kecewa dan melihat ini sebagai sesuatu yang harus diperbaiki. Tetapi, tidak berarti kita harus sengsara dengan marah-marah atau berkeluh kesah. Mata terbeliak dan mulut kadang berucap &#8220;Minggir, dong!&#8221; Mungkin inginnya menghardik seperti itu. Tetapi, alangkah lebih baiknya jika kita menyapa dengan kata yang lemah lembut, &#8220;Maaf, Pak! Boleh agak ke pinggir sedikit!&#8221; Ungkapan seperti ini nampaknya akan lebih ringan ke dalam hati, dari pada melotot dengan menggunakan otot.</p>
<p>Boleh jadi kalau sudah banyak kedongkolan, selain akan banyak berkeluh kesah, juga akan menjadikan diri lebih emosional. Ini yang paling merugikan. Bagi kita maupun orang lain. Kita harus mengukur kehilangan waktu dalam beberapa menit atau beberapa jam, padahal waktu tersebut sebenarnya dapat menjadi tambahan ilmu dan kemampuan diri kita. Ada baiknya, selama perjalanan lengkapi diri dengan sumber-sumber ilmu, baik berupa kaset ceramah, nasyid, atau kaset murotal Qur’an. Sumber-sumber ini akan menambah percepatan keilmuan kita, disamping akan membuat kita tidak tergoda untuk ber-aduh ria. &#8220;Aduh, terlambat nih! Aduh, sialan kamu! Aduh, ada yang ketinggalan nih!&#8221; Kata-kata seperti ini sebetulnya tidak perlu dikeluarkan! Karena tidak menyelesaikan masalah. Lebih baik kita isi dengan do’a : &#8220;Ya Allah, semoga saya datang tepat waktu, semoga ada jalan keluar dari kemacetan ini&#8221;. Kata-kata ini akan lebih produktif dibandingkan dengan kata &#8220;aduh&#8221;.</p>
<p><span id="more-701"></span></p>
<p>Marilah kita meminimalisirkan keluh-kesah seperti ini. Apalagi bagi kita pun ada kenikmatan tersendiri bila kita bicara lebih santun. Kesantunan akan membuat batin kita lebih ringan dari pada berperilaku emosional. Lebih dari itu, kelembutan akan mampu menaklukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan dengan kekerasan. Itu sudah bagian dari rumusnya. Karena, kalau orang-orang keras dilawan dengan kekerasan, maka itu akan merasa bagian dari dunianya. Tapi, kalau orang-orang yang bertemperamen keras itu diberi kelembutan yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam, Isya Allah mereka akan terbawa lembut juga. Contohnya, orang sekeras Umar bin Khattab atau Khalid bin Walid bisa jatuh tersengkur menagis oleh lembutnya alunan Al-Qur’an.</p>
<p>Berkeluh kesah seringkali membuat kita terdramatisasi oleh masalah. Seakan-akan rencana dan keinginan kita lebih baik daripada yang terjadi. Padahal, belum tentu. Siapa tahu, di balik kejadian yang mengecewakan menurut kita, ternyata sarat dengan perlindungan Allah dan sarat dengan terkabulnya harapan-harapan kita. Tiap melakukan kekeliruan, kita ditolong Allah dengan memberikan tuntunan-Nya. Tuntunan itu tidak harus dengan terkabulnya keinginan yang kita mohonkan. Bisa jadi terkabulnya do’a itu bertolak belakang dengan yang kita minta. Karena Allah Mahatahu di balik apapun keinginan kita. Baik keinginan jangka pendek, maupun keinginan jangka panjang. Baik kerugian duniawi maupun kerugian ukhrawi. Baik kerugian secara materi maupun secara kerugian mental. Kita tidak bisa mendeteksi secara cermat. Kadang-kadang kita hanya mendeteksinya sesuai dengan keperluan hawa nafsu kita.</p>
<p>Kelihatannya sepele mengaduh ini. Tetapi, itu akan menjadi kualifikasi pengendalian diri kita. Ketahuilah bahwa kualitas seseorang itu tidak diukur dengan sesuatu yang besar-besar, tetapi oleh yang kecil-kecil. Kalau kita ingin melihat kompleks perumahan yang berkualitas, maka kita lihat saja panjang pendek rumput di halamannya. Kalau berkualitas dan terawat dengan baik, maka rumputnya pun akan nampak terawat dengan baik. Marilah kita respon setiap kejadian demi kejadian dengan respon lisan yang positif. Mengapa? Karena setiap respon akan mempengaruhi persepsi kita terhadap masalah yang kita hadapi dan cara kita menyelesaikannya. Lebih dari itu akan berdampak pula kepada orang-orang di sekitar kita. Jadi, sapaan-sapaan, teguran-teguran, komentar-komentar, celetukan-celetukan ini harus benar-benar bernilai produktif. Tidak hanya berarti bagi diri kita, tetapi juga bagi orang di sekitar kita.</p>
<p>Apalagi keluh kesah termasuk penyakit hati, yaitu bentuk ketidaksabaran kita dalam menerima ketentuan dari Allah. Ada hadits qudsi yang menyatakan bahwa &#8220;Barang siapa yang tidak ridha terhadap ketentuan-Ku, dan tidak sabar atas musibah dari-Ku, maka carilah Tuhan selain Aku.&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dari hadits qudsi ini, nampaklah bahwa segala apapun yang Allah karuniakan kepada kita, maka kita harus menerimanya dengan ridha. Oleh karenanya, kita tidak perlu banyak mengaduh atau berkeluh kesah. Sedapat mungkin kurangi aduh-mengaduh ini. Jauh akan lebih produktif jikalau kita optimalkan waktu dengan banyak berdo’a dan menambah kualitas keilmuan diri serta terus menyempurnakan ikhtiar di jalan Allah yang diridhai</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/701/keluh-kesah-yatim/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Kunci Kesuksesan yatim</title>
		<link>http://www.cahayainsani.com/698/698</link>
		<comments>http://www.cahayainsani.com/698/698#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 00:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[BULETIN YATIM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.cahayainsani.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Kunci Kesuksesan yatim
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Seringkali kita dengar orang-orang yang membangun
karir bertahun-tahun akhirnya terpuruk oleh kelakuan keluarganya. Ada yang dimuliakan di kantornya tapi dilumuri aib oleh anak-anaknya sendiri, ada yang cemerlang karirnya di perusahaan tapi akhirnya pudar oleh perilaku istrinya dan anaknya. Ada juga yang populer di kalangan masyarakat tetapi tidak populer di hadapan keluarganya. Ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Keluarga Kunci Kesuksesan yatim</p>
<p style="text-align: justify;">Bismillaahirrahmaanirrahiim<br />
Seringkali kita dengar orang-orang yang membangun<br />
karir bertahun-tahun akhirnya terpuruk oleh kelakuan keluarganya. Ada yang dimuliakan di kantornya tapi dilumuri aib oleh anak-anaknya sendiri, ada yang cemerlang karirnya di perusahaan tapi akhirnya pudar oleh perilaku istrinya dan anaknya. Ada juga yang populer di kalangan masyarakat tetapi tidak populer di hadapan keluarganya. Ada yang disegani dan dihormati di lingkungannya tapi oleh anak istrinya sendiri malah dicaci, sehingga kita butuh sekali keseriusan untuk menata strategi yang tepat, guna meraih kesuksesan yang benar-benar hakiki. Jangan sampai kesuksesan kita semu. Merasa sukses padahal gagal, merasa mulia padahal hina, merasa terpuji padahal buruk, merasa cerdas padahal bodoh, ini tertipu!</p>
<p style="text-align: justify;">Penyebab kegagalan seseorang diantaranya :</p>
<p style="text-align: justify;">* Karena dia tidak pernah punya waktu yang memadai<br />
untuk mengoreksi dirinya. Sebagian orang terlalu sibuk dengan kantor, urusan luar dari dirinya akibatnya dia kehilangan fondasi yang kokoh. Karena orang tidak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis yang penting untuk kesuksesan.</p>
<p><span id="more-698"></span></p>
<p style="text-align: justify;">* Sebagian orang hanya mengurus keluarga dengan sisa waktu, sisa pikiran, sisa tenaga, sisa perhatian, sisa perasaan, akibatnya seperti bom waktu. Walaupun uang banyak tetapi miskin hatinya. Walaupun kedudukan tinggi tapi rendah keadaan keluarganya.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itulah, jikalau kita ingin sukses, mutlak bagi kita untuk sangat serius membangun keluarga sebagai basis (base), Kita harus jadikan keluarga kita menjadi basis ketentraman jiwa. Bapak pulang kantor begitu lelahnya harus rindu rumahnya menjadi oase ketenangan. Anak pulang dari sekolah harus merindukan suasana aman di rumah. Istri demikian juga. Jadikan rumah kita menjadi oase ketenangan, ketentraman, kenyamanan sehingga bapak, ibu dan anak sama-sama senang dan betah tinggal dirumah.<br />
Agar rumah kita menjadi sumber ketenangan, maka perlu diupayakan:</p>
<p style="text-align: justify;"># Jadikan rumah kita sebagai rumah yang selalu dekat dengan Allah SWT, dimana di dalamnya penuh dengan aktivitas ibadah; sholat, tilawah qur&#8217;an dan terus menerus digunakan untuk memuliakan agama Allah, dengan kekuatan iman, ibadah dan amal sholeh yang baik, maka rumah tersebut dijamin akan menjadi sumber ketenangan.</p>
<p style="text-align: justify;"># Seisi rumah Bapak, Ibu dan anak harus punya kesepakatan untuk mengelola perilakunya, sehingga bisa menahan diri agar anggota keluarga lainnya merasa aman dan tidak terancam tinggal di dalam rumah itu, harus ada kesepakatan diantara anggota keluarga bagaimana rumah itu tidak sampai menjadi sebuah neraka.</p>
<p style="text-align: justify;"># Rumah kita harus menjadi &#8220;Rumah Ilmu&#8221; Bapak, Ibu dan anak setelah keluar rumah, lalu pulang membawa ilmu dan pengalaman dari luar, masuk kerumah berdiskusi dalam forum keluarga; saling bertukar pengalaman, saling memberi ilmu, saling melengkapi sehingga menjadi sinergi ilmu. Ketika keluar lagi dari rumah terjadi peningkatan kelimuan, wawasan dan cara berpikir akibat masukan yang dikumpulkan dari luar oleh semua anggota keluarga, di dalam rumah diolah, keluar rumah jadi makin lengkap.</p>
<p style="text-align: justify;"># Rumah harus menjadi &#8220;Rumah pembersih diri&#8221; karena tidak ada orang yang paling aman mengoreksi diri kita tanpa resiko kecuali anggota keluarga kita. Kalau kita dikoreksi di luar resikonya terpermalukan, aib tersebarkan tapi kalau dikoreksi oleh istri, anak dan suami mereka masih bertalian darah, mereka akan menjadi pakaian satu sama lain. Oleh karena itu,barangsiapa yang ingin terus menjadi orang yang berkualitas, rumah harus kita sepakati menjadi rumah yang saling membersihkan seluruh anggota keluarga. Keluar banyak kesalahan dan kekurangan, masuk kerumah saling mengoreksi satu sama lain sehingga keluar dari rumah, kita bisa mengetahui kekurangan kita tanpa harus terluka dan tercoreng<br />
karena keluarga yang mengoreksinya.</p>
<p style="text-align: justify;"># Rumah kita harus menjadi sentra kaderisasi sehingga Bapak-Ibu mencari nafkah, ilmu, pengalaman wawasan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita sehingga kualitas anak atau orang lain yang berada dirumah kita, baik anak kandung, anak pungut atau orang yang bantu-bantu di rumah, siapa saja akan meningkatkan kualitasnya. Ketika kita mati, maka kita telah melahirkan generasi yang lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Tenaga, waktu dan pikiran kita pompa untuk melahirkan generasi-generasi yang lebih bermutu, kelak lahirlah kader-kader pemimpin yang lebih baik. Inilah sebuah rumah tangga yang tanggung jawabnya tidak hanya pada rumah tangganya tapi pada generasi sesudahnya serta bagi lingkungannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.cahayainsani.com/698/698/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
